Memilih Kantor Akuntan bagi Perusahaan Kecil dan Menengah

Posted on July 2, 2018 ยท Posted in Accounting, Auditing, Tax

Jika permasalahan tersebut Anda tanyakan ke rekan-rekan pimpinan perusahaan kecil dan menengah, berbagai jawaban tentang cara memilih Kantor Akuntan akan Anda dapatkan. “Kalo saya mah pilih big-four aja.” Ada juga yang menjawab, “Saya sih pilih yang kliennya paling banyak.” Ada pula yang berkomentar, “Kalo kami pilih yang udah sering mengaudit klien di industri seperti kami.” Dan tidak sedikit pula yang menjawab, “Saya sih pilih yang fee nya paling murah.”

Untuk jawaban terakhir, yakni memilih dengan kriteria fee paling kecil, bisa kita kesampingkan. Dalam tulisan kami sebelumnya tetang Jasa Audit Murah telah kami jelaskan bahwa pemilihan kantor akuntan dengan kriteria ini adalah sangat berisiko fatal yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan.

Kriteria Pemilihan Kantor Akuntan Publik (KAP)

Berdasarkan pengalaman kami berinteraksi dengan berbagai perusahaan kecil dan menengah, berikut ini beberapa kriteria yang sebaiknya dipergunakan dalam memilih Kantor Akuntan:
1. Kemampuan
2. Kejujuran/ Integritas
3. Pengalaman
4. Perhatian

Kemampuan

Walaupun semua Kantor Akuntan memiliki standar audit yang sama, yakni dituntut untuk untuk memiliki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan, tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan masing-masing kantor bervariasi. Dengan kemampuan finansial yang besar, akses kepada peraturan global dan nasional, serta sumber daya manusia yang banyak dan (kebanyakan) berkualitas, Kantor Akuntan Big-Four (Empat Besar) memiliki keunggulan dibanding mereka yang di luar empat besar. Tapi pertanyaan yang perlu kita tanyakan kepada diri kita sendiri adalah, “Seberapa perlukah perusahaan saya terhadap KAP yang secanggih itu?” Jika perusahaan kita masih tidak terlalu besar dan memiliki bisnis yang tidak terlalu rumit (misal, tidak ada instrumen keuangan, tidak ada konsolidasi, tidak ada impairment, dll), mungkin untuk saat ini memilih Big-Four bukanlah pilihan yang bijak. “Business model kita sederhana. Transaksi kita pun plain vanilla (simpel saja). Untuk apa kita bayar mahal-mahal buat Mercy padahal Innova sudah cukup memenuhi kebutuhan kita?”, pertanyaan ini penting untuk dijadikan pertimbangan. Untuk perusahaan kecil dan menengah, Kantor Akuntan yang bisa memberikan best-value for money lah yang lebih diperlukan.

Menurut kami, cara yang lebih tepat dalam mengukur kemampuan sebuah Kantor Akuntan dalam melakukan audit terhadap perusahaan kecil dan menengah adalah dengan menanyakan temuan-temuan signifikan yang pernah didapati mereka selama mengaudit perusahaan serupa. Selain itu, kita dapat langsung menguji kemampuan mereka dengan menanyakan permasalahan-permasalahan aktual yang dihadapi perusahaan selama ini, misalnya kesulitan dalam revenue recognition, atau pengakuan biaya, atau penentuan kewajiban perpajakan. Dengan demikian kita mendapatkan gambaran yang lebih konkrit terhadap KAP tersebut dalam kaitannya dengan permasalahan yang ada pada bisnis kita.

Kejujuran/ Integritas

Nah, dalam aspek ini, kejujuran, variasi yang terjadi justru lebih tinggi lagi. “Big-Four udah pasti jaminan!”. Hmmm, think again! Lihat saja beberapa denda yang diberikan terhadap Big-Four belakangan ini. Dalam industri Kantor Akuntan seperti ini, tantangan dan godaan terhadap kejujuran sangatlah besar. Hal tersebut bukan cuma dihadapi KAP kecil, tapi juga KAP besar. Untuk mengetahui kejujuran sebuah Kantor Akuntan, kita dapat menanyakan aspek kejujuran ini kepada rekan di perusahaan lain yang pernah menggunakan jasa kantor tersebut. Atau, cara lain yang menurut kami cukup efektif adalah dengan cara melakukan pengujian sendiri. Ajukan pertanyaan-pertanyaan pancingan (misalnya masalah trik manipulasi pajak atau penggelembungan laba) untuk mengetes kejujuran Kantor Akuntan tersebut. Biasanya, kejujuran dari akuntan yang kita tes di kantor tersebut mengindikasikan budaya kejujuran pada Kantor Akuntan tersebut.

Pengalaman

“Karena kami koperasi, maka kami pilih Kantor Akuntan yang paling banyak pegang klien koperasi,” begitu pandangan dari salah satu pimpinan perusahaan yang pernah kami temui. Sekilas benar, tapi kalo diamati, sebenarnya tidak 100% benar. Mengapa? Karena walaupun sama-sama berbentuk koperasi, masing-masing koperasi memiliki perbedaan yang sangat bervariasi. Ada koperasi yang hanya simpan pinjam. Ada yang simpan pinjam plus toko. Ada yang simpan pinjam, toko, trading, jasa konstruksi, perijinan, properti, outsourcing, dan lainnya. Untuk melihat pengalaman dari sebuah Kantor Akuntan, kriterianya harus kita persempit lagi. “Berapa banyak koperasi yang sejenis dengan kami yang pernah Anda audit,” pertanyaan ini lebih pas untuk ditanyakan ketika proses pemilihan Kantor Akuntan. Bahkan lebih lanjut, kriteria ini bisa dipertajam lagi, “Berapa banyak klien koperasi Anda yang cabangnya tersebar di berbagai kota seperti kami?” atau “Berapa banyak klien koperasi Anda yang internal control nya masih belum maksimal seperti kami?” Dengan pertanyaan seperti ini, kita bisa melihat menguji apakah Kantor Akuntan ini benar-benar berpengalaman mengaudit perusahaan seperti kami.

Perhatian/ Komitmen

“Kami pilih KAP itu karena kantor nya besar, Pak! Kliennya banyak.”, begitu kira-kira beberapa komentar yang acap kali kami temui. Namun, sayangnya, di ujung penugasan, malah ungkapan-ungkapan kekecewaan yang kami dapati. Kenapa hal ini bisa terjadi? Menurut kami karena perusahaan kecil dan menengah tidak mempertimbangkan posisi mereka di mata KAP besar tersebut. Tentu tidak ada Kantor Akuntan yang sengaja mengabaikan kliennya, tapi sering kali kami temui bahwa jumlah pekerjaan yang dipegang oleh mereka sangatlah banyak, sementara sumber daya berkualitas yang dimiliki relatif terbatas, ketika semua klien memerlukan perhatian ekstra, maka adalah sangat manusiawi apabila Kantor Akuntan memprioritaskan kliennya yang lebih penting. Hal ini yang mungkin luput dari pertimbangan perusahaan kecil dan menengah. Fee yang diberikan oleh perusahaan kecil dan menengah secara umum lebih kecil daripada perusahaan besar. Dan tak dapat dipungkiri bahwa besarnya fee, sadar atau tidak sadar, menentukan urutan prioritas dari Kantor Akuntan.

Untuk menguji perhatian/ komitmen dari Kantor Akuntan, lagi-lagi kita bisa menanyakan kepada rekan-rekan di perusahaan kecil dan menengah yang lain yang pernah menggunakan jasa kantor tersebut. Dari pengalaman mereka, kita bisa mendapatkan gambaran. Selain itu, kita juga bisa menanyakan kepada auditor-in-charge yang akan mengaudit perusahaan kita, berapa klien yang biasanya beliau pegang dalam masa-masa audit. Terakhir, kita bisa juga meminta agar Kantor Akuntan tersebut memberikan laporan progress pekerjaan secara dua mingguan untuk memastikan bahwa Kantor Akuntan tersebut memantau pekerjaan kita dan berkomitmen untuk menyelesaikannya sesuai jadwal.

Berdasarkan pengalaman kami dalam memberikan jasa bagi perusahaan kecil dan menengah, menurut kami para pengambil keputusan dalam pemilihan Kantor Akuntan perlu mempertimbangankan bauran dari keempat aspek tersebut, yakni, kemampuan, kejujuran, pengalaman dan perhatian. Adakalanya sebuah kantor unggul di satu aspek, tapi kurang di aspek lainnya. Dengan menggunakan scoring yang sederhana, maka perusahaan kecil dan menengah dapat menentukan mana Kantor Akuntan yang paling pas untuk kebutuhan mereka sehingga berapapun fee yang akan dikeluarkan menjadi bermanfaat karena manfaat (return) yang diperoleh bagi perusahaan bisa maksimal.

—–

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jasa audit, pajak, dan akuntansi kami, hubungi Kantor Akuntan Publik Ladiman, Novita & Rekan di 62-21-8499 2477 atau pelajari portofolio pekerjaan kami.